Kamis, 28 April 2016

Mendesak Meningkatkan Bojonegoro Menjadi Kota Pendidikan yang Bermartabat?



Catatan dengan Kang Yoto ketika silaturhmi di rumah dinas dan
pemaparan di depan seluruh Dinas (SKPD), NGO di Gedung Angling Darmo Pemkab Bojonegoro

Blok cepu,  blok cepu kita lebih berpihak blok bojonegoro, entahla namanya, sekarang menjadi incaran segala pengambil kebijakan maupun investor untuk datang ke Bojonegoro mulai menteri wakil presiden dan presiden RI, ada apa dengan bojonegoro? Sebuah kota yang kaya raya dengan menyumbang 20 % minyak untuk konsumsi Nasional, akankah kita masih terpesona dengan itu, gerakan “ayo Bojonegoro” untuk bangun dan menangkap peluang yang sangat besar dalam peningkatan ekonomi, soasial budaya masyarakat Bojonegoro.
Bak jamur di musim hujan tumbuh hotel mulai dari tak berbintang sampai dengan Hotel Bintang Lima, apa kita hanya terpesona dengan keindahan bintang yang ada di hotel tanpa kita pernah menginap di dalamnya? Apa yang baiknya kita kerjakan? kita diam dan digilas oleh perubahan atau berubah menata untuk menjadi lebih baik, apa nanti Bojonegroro 30 tahun yang akan datang jadi kota mati dengan sisa pengeboran yang tak berpenghuni.
Penggerak ekonomi dan investor bukan orang Bojonegoro? dengan bangganya anak muda kita berpesta denga fast food, dan tiap hari ketergantungan ganget, informasi dari luar yang tiap saat selalu kita update? Mari berubah berprilaku yang mengedepankan cara berfikir yang cerdas serta mampu memberikan warna pada arah dan perkembangan kota Bojonegoro Matoh.
Mari kita belajar dengan freepot, neuwmen, dan kota penghasil minyak lainnya, bahwa hasil pengolahan migas belum signifikan dalam menggerakkan ekonomi, social kemasyarkatan dan yang paling penting adalah dunia pendidikan kita, ya pendidikan untuk membentuk pola pikir kita harus dirubah dengan pendidikan yang bermartabat. Mari kita sedikit merenung dengan idea di bawah ini
Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di ciptakan Alloh SWT untuk menjadi kholifah di muka bumi ini, dengan  Human Capital (modal insani) yang menjadi dasar akal budi untuk menciptakan ketrampilan dan kreatifitas yang baru, modal insani dapat disatukan dalam sebuah komunitas masyarakat, dengan kecanggihan teknologi informasi segala akses dari luar bisa semakin mudah, dan ini dapat menciptakan modal sosial yang menjadi fondasi dalam pemberdayaan masyarakat yang luar biasa.
Masing-masing kelompok sosial memiliki tipologi yang berbeda dan menjadi sebuah konfigurasi nilai dan norma, yang sangat menentukan bagaimana hal tersebut menjadi lebih bermartabat, elaborasi dan kolaborasi dalam menentukan wilayah dan bidang garapan diperlukan pemikiran yang arif dalam mengambil sebuah keputusan untuk pengambilan kebijakan.
   Bojonegoro dengan minyaknya
Minyak adalah sumberdaya alam yg menggantukan dari  fosil yang ada di Bojonegoro yang tidak bisa di perbarui kembali. Ketika emas hijau (jati) Bojonegoro sudah tidak menjadi dalan lagi, karena sudah habis dan butuh waktu lama untuk menjadi kebanggaan Bojonegoro. masyarakat bojonegoro yang agraris semakin banyak lahan produktif di gunakan untuk kepentingan pembangunan. Ketika orang kaya batu (OKB) tidak punya kesempatan untuk bekerja karena tidak punya skill selain bertani. Bagaimana anak-anak kita nanti bisa bersaing atau kita bisa cuma bisa bercerita bahwa kita dulu adalah pernah menjadi lumbung pangan dan energy sebagi cerita sebelum tidur?
   Peran Pemda dan Dunia Usaha
Pertanyaan Kang Yoto dalam oponi di Radar Bojonegoro (17/08/2014) “program yang studi dan pendekatan pendidikan harus dirancang untuk menyiapkan SDM yang mampu menjalankan visi ekonomi Bojonegoro” hal ini sudah kami lakukan dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan mengacu pada kerangka kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dengan Strategi yang dilakukan PT untuk dapat melaksanakan darma ketiga adalah dengan merumuskan kurikulum yang tidak hanya membuat sejumlah kompetensi kognitif para mahasiswa, melainkan juga harus mampu menyentuh psikomotorik dengan berbasis kompetensi. Kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu
Kerjasama PT dengan dunia usaha tidak bisa diselenggarakan secara partial dan instan. Kerjasama harus dilakukan melalui pola yang integratif dan terus-menerus (kontinu). Oleh karena konsep pendidikan berbasis masyarakat (education based society) harus direfleksikan dengan keterlibatan potensi-potensi masyarakat yang berada di lingkungan PT, untuk bersama-sama mencari solusi dan menjadi bagian dari persoalan pendidikan.
Maka diperlukan pusat pengembangan karir untuk dapat melakukan kerjasama secara integratif dan kontinu dengan dunia usaha, sebagai wadah penyaluran dan pengembangan alumninya, sehingga pola integratif antara dunia usaha dengan PT bisa bersinergi dan berkelanjutan.
 
     Bojonegoro menjadi kota pendidiakan yang bermartabat ?
Yang menjadi pertanyaan kita adalah potensi apa yang akan kita lakukan untuk keberlanjutan daya saing Bojonegoro? Ada beberapa potensi yang perlu dikembangkan adalah pangan, industri, pariwisata dan pendidikan. Dari ke empat pilihan alternatif dari pengembangan tersebut. Pendidikan menjadi alternatif investasi yang lebih masuk akal dan akan mampu menjawab tantangan tersebut. pendidikan mulai usia dini sampai perguruan tinggi (PT) harus dilskukan dengan tata kelola kelembagaan (good governance) yang lebih baik.
Dengan peningkatan tata kelola akan menjadi daya saing kita ini perlu di imbangi dengan pengelola pendidikan dan kebijakan pemerintah daerah untuk mensinergikan aktivitas tersebut. Kualitas pendidikan yang bermatabat adalah pendidikan yang sesuai Undang-undang dalam proses pendidikan. Bukan kelas jauh kelas dimampatkan (akhir pekan) yang jauh dari atmosfir akademik bagaimana akan terbentuk kualitas SDM yg bermartabat. Sehingga banyak sarjana yang kualitasnya masih sama dengan lulusan SMA  karena tidak pernah berproses ketika kuliah.
Di Bojonegoro ada Sembilan Perguruan Tinggi (PT) yang legal di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Agama, yang tergabung dalam Asoisiasi Perguruan Tinggi Bojonegro (ASPERTIB) dan Akademi Komunitas
Masalah yang kita hadapi adalah bagaimanakah kita dapat memanfaatkan potensi yang ada, cara terbaik yang harus kita lakukan adalah: Memandang PT sebagai bagian dari pemerintah, sehingga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan PT pula, karena  PT akan memberikan dampak ekonomi,
Jika kita memandang PT sebagai bagian Pemerintah  sudah sewajarnya PT  dikelola secara penting sebagai barang modal yang dikemudian hari akan memberikan manfaat bagi Bojonegoro dengan terbentuknya sinergi dalam menunjang sebagai kota pendidikan.
Ini sebagai modal untuk menjaga keberlanjutan  PT dan pemerintahan melalui inovasi yang mereka hasilkan, pengembangan masa kini di negara-negara yang telah maju, secara terstruktur memanfaatkan  PT sebagai lembaga riset. berbagai hasil riset dari perguruan tinggi yang berupa inovasi baru dalam wujud berbagai prototupe, Produk maupun paten kemudian dikembangkan menjadi industry,
Secara sederhana ketika menggerakkan percepatan ekonomi dengan memberikan percontohan warung makan menjadi jujugan kuliner di maka PT dengan Prodi Ekonomi bisa membantu menata magemen keuangan sedangkan PT dengan yang berbasis kesehatan memaksimalkan untuk kesehatan dalam proses pembuatan dan PT yang prodi Keagamaan mengapilkasikan dengan konsep agama warung terbsebut bisa lebih meningkatkan kelas sehigga warung tersebut menjadi warung sehat dengan tata klola baik dan bermartabat dan dengan bangga Bapak Bupati berkenan untuk memberikan penghargaan. Dan akan di contoh oleh warung yang lain, 
Kampus adalah big market akan menggerakkan berbagai macam ekonomi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa tersebut, dan perguruan tinggi yang semua itu harus disiapkan untuk menciptakan kondisi lingkungan pendidikan yang bermartabat, pemerintah kedepan membuat perda bagaimana untuk mengatasi persoalan trans kultural yang timbul akibat dari pola kebutuhan kemasyarkatan yang akan timbul jika berkembang kurang mengedepankan etika moral dan meresahkan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi dalam peningkatan Sumber daya Manuisai (SDM) akan memberikan dampak masif bagi masyarakat dengan tata kelola dan gerakan ekonomi yang tumbuh akan di arahkan pada pola kehidupan yang menamkan aspek moral dalam bermasyarakat. Ini menjadi pijakan penting dalam pengembangan perekonomian dan tidak jatuh dalam konsep yang tidak berdasarkan etika moral.
Menjadikan sinergitas antara pemkab dan PT didukung oleh sektor swasta dalam upaya menjadikan kota pendidikan, mengisi peran yang belum di lakukan dalam mensinergikan menjadikan kota pendidikan yang bermartabat, melakukan peningkatan mutu internal pendidikan dengan menjadikan Bojonegoro sebagai kota tujuan pendidikan, memperdayakan ekonomi produktif dalam membedayakan masyarakat dengan mengedepankan aspek ekonomi, sosial, bidaya, keagamaan dan kesehatan guna menanamkan karakter berprilaku yang baik.
Menyongsong Bojonegoro menjadi kota pendidikan yang bermartabat ?
1.   Pendidikan investasi yang tak lekang oleh waktu
2.   Mindset (cara berfikir) hanya bisa merubah adalah dengan pendidikan
3.   Sebagai gerakan profesional with character building yang bermartabat
4.   Dengan darma penelitian dan memberikan manfaat bagi masyarakat mampu mensinergikan ekonomi produktif yang bermartabat
5.   Dengan melaksankan darma pengabdian pada masyarakat akan menggerakkan desa yang sehat dan bermartabat
Konsep yang akan di bangun oleh ASPERTIB ini perlu perencanaan yang matang dan membutuhkan kearifan bersama dengan gerakan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan tinggi, mimpi kami 10 tahun kedepan “Bojonegoro Kota Pendidikan yang Bermartabat”

Bojonegoro 17 Agustus 2014
Hasan Bisri (Ketua ASPETIB, Ketua STIKES ICSADA Bojonegoro)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar