Catatan dengan Kang Yoto ketika silaturhmi di rumah dinas dan
pemaparan di depan seluruh Dinas (SKPD), NGO di Gedung Angling Darmo
Pemkab Bojonegoro
Blok cepu,
blok cepu kita lebih berpihak blok bojonegoro, entahla namanya, sekarang
menjadi incaran segala pengambil kebijakan maupun investor untuk datang ke
Bojonegoro mulai menteri wakil presiden dan presiden RI, ada apa dengan
bojonegoro? Sebuah kota yang kaya raya dengan menyumbang 20 % minyak untuk
konsumsi Nasional, akankah kita masih terpesona dengan itu, gerakan “ayo Bojonegoro”
untuk bangun dan menangkap peluang yang sangat besar dalam peningkatan ekonomi,
soasial budaya masyarakat Bojonegoro.
Bak jamur di musim hujan tumbuh hotel mulai dari tak
berbintang sampai dengan Hotel Bintang Lima, apa kita hanya terpesona dengan
keindahan bintang yang ada di hotel tanpa kita pernah menginap di dalamnya? Apa
yang baiknya kita kerjakan? kita diam dan digilas oleh perubahan atau berubah
menata untuk menjadi lebih baik, apa nanti Bojonegroro 30 tahun yang akan
datang jadi kota mati dengan sisa pengeboran yang tak berpenghuni.
Penggerak ekonomi dan investor bukan orang
Bojonegoro? dengan bangganya anak muda kita berpesta denga fast food, dan tiap hari ketergantungan ganget, informasi dari luar
yang tiap saat selalu kita update? Mari berubah berprilaku yang mengedepankan
cara berfikir yang cerdas serta mampu memberikan warna pada arah dan
perkembangan kota Bojonegoro Matoh.
Mari kita belajar dengan freepot, neuwmen, dan kota
penghasil minyak lainnya, bahwa hasil pengolahan migas belum signifikan dalam
menggerakkan ekonomi, social kemasyarkatan dan yang paling penting adalah dunia
pendidikan kita, ya pendidikan untuk membentuk pola pikir kita harus dirubah
dengan pendidikan yang bermartabat. Mari kita sedikit merenung dengan idea di
bawah ini
Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di
ciptakan Alloh SWT untuk menjadi kholifah di muka bumi ini, dengan Human
Capital (modal insani) yang menjadi dasar akal budi untuk menciptakan
ketrampilan dan kreatifitas yang baru, modal insani dapat disatukan dalam
sebuah komunitas masyarakat, dengan kecanggihan teknologi informasi segala
akses dari luar bisa semakin mudah, dan ini dapat menciptakan modal sosial yang
menjadi fondasi dalam pemberdayaan masyarakat yang luar biasa.
Masing-masing kelompok sosial memiliki tipologi yang
berbeda dan menjadi sebuah konfigurasi nilai dan norma, yang sangat menentukan bagaimana
hal tersebut menjadi lebih bermartabat, elaborasi dan kolaborasi dalam
menentukan wilayah dan bidang garapan diperlukan pemikiran yang arif dalam
mengambil sebuah keputusan untuk pengambilan kebijakan.
Bojonegoro dengan minyaknya
Minyak adalah sumberdaya alam yg menggantukan
dari fosil yang ada di Bojonegoro yang
tidak bisa di perbarui kembali. Ketika emas hijau (jati) Bojonegoro sudah tidak
menjadi dalan lagi, karena sudah habis dan butuh waktu lama untuk menjadi
kebanggaan Bojonegoro. masyarakat bojonegoro yang agraris semakin banyak lahan
produktif di gunakan untuk kepentingan pembangunan. Ketika orang kaya batu
(OKB) tidak punya kesempatan untuk bekerja karena tidak punya skill selain bertani. Bagaimana anak-anak
kita nanti bisa bersaing atau kita bisa cuma bisa bercerita bahwa kita dulu
adalah pernah menjadi lumbung pangan dan energy sebagi cerita sebelum tidur?
Peran Pemda dan Dunia Usaha
Pertanyaan
Kang Yoto dalam oponi di Radar Bojonegoro (17/08/2014) “program yang studi dan
pendekatan pendidikan harus dirancang untuk menyiapkan SDM yang mampu
menjalankan visi ekonomi Bojonegoro” hal ini sudah kami lakukan dengan
pendekatan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan mengacu pada kerangka
kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dengan Strategi yang dilakukan PT untuk
dapat melaksanakan darma ketiga adalah dengan merumuskan kurikulum yang tidak
hanya membuat sejumlah kompetensi kognitif para mahasiswa, melainkan juga harus
mampu menyentuh psikomotorik dengan berbasis kompetensi. Kompetensi yang harus
dimiliki mahasiswa adalah seperangkat
tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat
untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang
pekerjaan tertentu
Kerjasama PT dengan dunia
usaha tidak bisa diselenggarakan secara partial dan instan. Kerjasama harus
dilakukan melalui pola yang integratif dan terus-menerus (kontinu). Oleh karena
konsep pendidikan berbasis masyarakat (education based society) harus
direfleksikan dengan keterlibatan potensi-potensi masyarakat yang berada di
lingkungan PT, untuk bersama-sama mencari solusi dan menjadi bagian dari
persoalan pendidikan.
Maka diperlukan pusat
pengembangan karir untuk dapat melakukan kerjasama secara integratif dan kontinu
dengan dunia usaha, sebagai wadah penyaluran dan pengembangan alumninya,
sehingga pola integratif antara dunia usaha dengan PT bisa bersinergi dan
berkelanjutan.
Bojonegoro menjadi kota pendidiakan yang bermartabat ?
Yang menjadi pertanyaan kita adalah potensi apa yang
akan kita lakukan untuk keberlanjutan daya saing Bojonegoro? Ada beberapa
potensi yang perlu dikembangkan adalah pangan, industri, pariwisata dan
pendidikan. Dari ke empat pilihan alternatif dari pengembangan tersebut.
Pendidikan menjadi alternatif investasi yang lebih masuk akal dan akan mampu
menjawab tantangan tersebut. pendidikan mulai usia dini sampai perguruan tinggi
(PT) harus dilskukan dengan tata kelola kelembagaan (good governance) yang lebih baik.
Dengan peningkatan tata kelola akan menjadi daya
saing kita ini perlu di imbangi dengan pengelola pendidikan dan kebijakan
pemerintah daerah untuk mensinergikan aktivitas tersebut. Kualitas pendidikan
yang bermatabat adalah pendidikan yang sesuai Undang-undang dalam proses
pendidikan. Bukan kelas jauh kelas dimampatkan (akhir pekan) yang jauh dari
atmosfir akademik bagaimana akan terbentuk kualitas SDM yg bermartabat.
Sehingga banyak sarjana yang kualitasnya masih sama dengan lulusan SMA karena tidak pernah berproses ketika kuliah.
Di Bojonegoro ada Sembilan Perguruan Tinggi (PT)
yang legal di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian
Agama, yang tergabung dalam Asoisiasi Perguruan Tinggi Bojonegro (ASPERTIB) dan
Akademi Komunitas
Masalah yang kita hadapi adalah bagaimanakah kita
dapat memanfaatkan potensi yang ada, cara terbaik yang harus
kita lakukan adalah: Memandang PT sebagai bagian dari pemerintah, sehingga
memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan PT pula, karena PT akan memberikan dampak ekonomi,
Jika kita memandang PT sebagai
bagian Pemerintah sudah sewajarnya
PT dikelola secara penting sebagai
barang modal yang dikemudian hari akan memberikan manfaat bagi Bojonegoro
dengan terbentuknya sinergi dalam menunjang sebagai kota pendidikan.
Ini sebagai modal untuk menjaga keberlanjutan PT dan pemerintahan melalui inovasi yang
mereka hasilkan, pengembangan masa kini di negara-negara yang telah maju,
secara terstruktur memanfaatkan PT
sebagai lembaga riset. berbagai hasil riset dari perguruan tinggi
yang berupa inovasi baru dalam wujud berbagai prototupe, Produk maupun
paten kemudian dikembangkan menjadi industry,
Secara sederhana ketika menggerakkan percepatan
ekonomi dengan memberikan percontohan warung makan menjadi jujugan kuliner di
maka PT dengan Prodi Ekonomi bisa membantu menata magemen keuangan sedangkan PT
dengan yang berbasis kesehatan memaksimalkan untuk kesehatan dalam proses
pembuatan dan PT yang prodi Keagamaan mengapilkasikan dengan konsep agama
warung terbsebut bisa lebih meningkatkan kelas sehigga warung tersebut menjadi warung
sehat dengan tata klola baik dan bermartabat dan dengan bangga Bapak Bupati
berkenan untuk memberikan penghargaan. Dan akan di contoh oleh warung yang
lain,
Kampus adalah big market akan menggerakkan
berbagai macam ekonomi untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa tersebut, dan
perguruan tinggi yang semua itu harus disiapkan untuk menciptakan kondisi
lingkungan pendidikan yang bermartabat, pemerintah kedepan membuat perda bagaimana
untuk mengatasi persoalan trans kultural yang timbul akibat dari pola
kebutuhan kemasyarkatan yang akan timbul jika berkembang kurang mengedepankan
etika moral dan meresahkan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi dalam peningkatan Sumber daya
Manuisai (SDM) akan memberikan dampak masif bagi masyarakat dengan tata kelola
dan gerakan ekonomi yang tumbuh akan di arahkan pada pola kehidupan yang
menamkan aspek moral dalam bermasyarakat. Ini menjadi pijakan penting dalam
pengembangan perekonomian dan tidak jatuh dalam konsep yang tidak berdasarkan
etika moral.
Menjadikan sinergitas antara pemkab dan PT didukung
oleh sektor swasta dalam upaya menjadikan kota pendidikan, mengisi peran yang belum di
lakukan dalam mensinergikan menjadikan kota pendidikan yang bermartabat,
melakukan peningkatan mutu internal pendidikan dengan menjadikan Bojonegoro
sebagai kota tujuan pendidikan, memperdayakan ekonomi produktif dalam
membedayakan masyarakat dengan mengedepankan aspek ekonomi, sosial, bidaya, keagamaan
dan kesehatan guna menanamkan karakter berprilaku yang baik.
Menyongsong Bojonegoro menjadi kota pendidikan yang
bermartabat ?
1.
Pendidikan investasi yang tak lekang oleh waktu
2.
Mindset (cara berfikir)
hanya bisa merubah adalah dengan pendidikan
3.
Sebagai gerakan profesional
with character building yang bermartabat
4.
Dengan darma penelitian dan memberikan manfaat bagi
masyarakat mampu mensinergikan ekonomi produktif yang bermartabat
5.
Dengan melaksankan darma pengabdian pada masyarakat
akan menggerakkan desa yang sehat dan bermartabat
Konsep yang akan
di bangun oleh ASPERTIB ini perlu perencanaan yang matang dan membutuhkan
kearifan bersama dengan gerakan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan tinggi,
mimpi kami 10 tahun kedepan “Bojonegoro
Kota Pendidikan yang Bermartabat”
Bojonegoro 17 Agustus 2014
Hasan Bisri (Ketua ASPETIB, Ketua STIKES ICSADA
Bojonegoro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar